Walikota Tanjungbalai H. M. Syahrial, SH, MH melakukan launching Elektronik Warung Gotong Royong (E-Warong) sebagai bagian dari Program Keluarga Harapan pada 13 Desember 2017 yang berlokasi di  E-Warong Bestari Sejahtera Kelurahan Kuala Silo Bestari, Kecamatan Tanjungbalai Utara.

Launching E-Warong Kube Jasa PKH diikuti oleh sekitar 500 orang meliputi DPRD, Forkominda, OPD, Mitra Dinas Sosial yang meliputi Himbara dan Bulog, Lurah dan Kepling se-Kota Tanjungbalai, Pekerja Sosial (Pendamping PKH dan TKSK), Taruna Siaga Bencana, serta pengurus E-WARONG Kube Jasa PKH.

E-Warong merupakan Program Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Kota Tanjungbalai dan didirikan olek Kelompok Masyarakat Penerima PKH yang bergabung dalam suatu Kelompok Usaha Bersama (KUBE JASA) untuk membantu menopang dan meningkatkan taraf hidup.

Penerima manfaat untuk Program Keluarga Harapan di kota Tanjungbalai berjumlah 4.946 Keluarga Penerima Manfaat. Ditahun mendatang, Pemerintah Pusat telah mencanangkan dengan menambah lagi Keluarga Penerima Manfaat dari Program Keluarga Harapan ini sehingga menjadi berjumlah 8.043 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di tahun 2018.

Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungbalai M. Idris, SH dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah E-Warong yang telah berdiri di Tanjungbalai sebanyak 12 E-Warong. Pada bulan November 2017 yang lalu, Pemerintah Pusat menyalurkan kembali dana unutk pendirian 3 E-Warong KUBE PKH dimana ketiga E-Warong ini sedang dalam proses pendirian sehingga jumlah E-Warong yang ada di Kota Tanjungbalai berjumlah 15 E-Warong.

Bantuan Non Tunai yang telah dilakukan launchingnya pada tanggal 16 Agustus 2017 yang lalu merupakan cikal bakal penggerak E-Warong dalam menghadapi Bantuan Pangan Non Tunai. Sesuai surat Menteri Sosial Republik Indonesia, untuk kota Tanjungbalai Bantuan Pangan Non Tunai akan mulai diterapkan penyalurannya pada Tahap IV yaitu bulan Agustus 2017. Kebijakan penyaluran Bantuan Sosial Non unai telah diberlakukan pada Tahap I, II dann III bulan Agustus 2017.

E-Warong dengan sistem pembayaran Bantuan Non Tunai adalah bentuk kerja nyata kongkrit antara pemerintah, otoritas terkait dan perbankan dalam mewujudkan penyaluran Bantuan Sosial. Pendirian E-Warong sudah melalui kajian-kajian yang dilakukan Kementerian PPN bekerjasama dengan Lembaga yang berintegritas tiggi dan independen The Smeru Research Institute, Bappenas direktorat Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin dan Pemerintah Australia melalui Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK).

Secara operasional, penyaluran bantuan sosial secara non tunai diwujudkan dalam bentuk Elektronik Warung Gotong Royong yang disingkat dengan E-Warong. Dengan adanya E-Warong ini, keluarga yang menerima bantuan dapat menggunakan kartu Combo Himbara untuk berbelanja kebutuhan hidup di E-Warong Kube PKH yang didirikan oleh kelompok penerima PKH. E-Warong ini akan menjadi tempat transaksi bagi warga penerima Program Keluarga Harapan, Penerima Bantuan Sosial lainnya maupun warga sekitar E-Warong. Adanya simbiosis ini maka para penerima bantuan sosial PKH juga bisa mendapatkan manfaat, selain bisa berbelanja juga bisa mendapatkan sisa hasil usaha E-Warong KUBE PKH.

Program E-Warong secara strategis akan meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan sosial dan secara teknis hal tersebut memungkinkan. Pendampingan dan edukasi terkait fungsi E-Warong sebagai agen bank dan komponen livelihood (penghidupan) masyarakat miskin harus terus dilakukan oleh Dinas Sosial dan Himbara. Diharapkan juga melalui Bulog Pemerintah dapat melakukan mekanisme transaksi dengan E-Warong diluar prosedur standar Bulog sehingga didapat mekanisme pengadaan barang yang mudah dan  cepat serta adanya kontinuitas ketersediaan bahan.

Para pengurus E-Warong akan mewakili KPM yang lain untuk dapat segera mengangkat taraf hidup keluarganya dan exit dari Program Keluarga Harapan serta memberikan contoh pula bagi KPM lainnya. Dengan demikian Program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota Tanjungbalai dalam mengentaskan kemiskinan dapat segera terealisasi dengan menurunnya tingkat kemiskinan.

Launching E-Warong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *