Berdasarkan hasil tes urin pelajar dan mahasiswa tahun 2014 di kota Tanjungbalai, dari  sampel tes urine di 10 sekolah sma/sederajat dan 2 perguruan tinggi kepada 390 orang diperoleh hasil positif (+) menggunakan narkoba 96 orang dan hasil negatif (-) 294 orang. Di tahun 2016 berdasarkan sampel  tes urine 10 sekolah smp/sederajat kepada 278 orang  diperoleh hasil positif (+) menggunakan narkoba 3 orang dan hasil negatif (-) 275 orang. Menurut pengakuan para siswa yang diwawancarai 96 orang siswa coba pakai shabu & ganja dan 72 orang coba pakai lem kambing dan bensin.

Pada Minggu, 19 November 2017 Pelaksana PKH (pendamping, koordinator kecamatan, koordinator kota dan Dinas Sosial Kota Tanjungbalai) mengadakan “Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2)” dengan tema “Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba Di Kelompok Masyarakat Dan Keluarga” di Aula Kantor Camat Tanjungbalai Utara dengan Narasumber yang berasal dari BNNK.

Peserta acara ini terdiri dari masyarakat pemegang KPM PKH Tanjungbalai Utara. Lebih dari 100 orang memenuhi aula kantor camat Tanjungbalai Utara mengikuti pertemuan ini guna mendapatkan penyuluhan mengenai bahaya Narkoba.

Narkoba adalah segala zat yang jika dimasukkan ke dalam tubuh dapat menghilangkan rasa sakit, merubah kesadaran, merubah emosi/ perasaan, perilaku,  dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Mengapa pemakaian Narkoba perlu diatur dan dibatasi? Karena Zat psikoaktif memiliki sifat adiksi dan dependensi yaitu menimbulkan kecanduan dan ketergantungan bagi yang menggunakan. Efek yang dapat ditimbulkan dari pemakaian zat psikoaktif ini  antara lain adalah keinginan yang tak tertahankan  (an overpowering desire) terhadap obat tersebut, kecenderungan untuk menambah dosis sesuai toleransi tubuh, serta menyebabkan ketergantungan fisik dan psikis.

Mengapa Narkoba dilarang secara umum?

  1. Firman Allah : Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (Al Maidah: 90).
  2. Hadist Nabi:“Dari Ibnu ‘Umar, bahwasanya Nabi saw. telah bersabda: Tiap-tiap yang memabukkan itu arak, dan tiap-tiap yang memabukkan itu haram”. (Diriwayatkan oleh Muslim).“Dari Jabir, bahwasanya Rasulullah saw. telah bersabda: Apa-apa yang banyaknya memabukkan, sedikitnya (pun) haram”. (Diriwayatkan oleh Ahmad).
  3. Membahayakan baik secara sosial, medis, ekonomi, politik, dll.

Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan untuk menekan angka penggunaan Narkoba dikalangan masyarakat, diantaranya :

  1. Sosialisasi di sekolah dan perguruan tinggi
  2. Advokasi inpresi no 11 tahun 2012 kepada instansi pemerintah dan swasta
  3. Advokasi perumusan kebijakan P4GN di lingkungan pendidikan dasa, menengah dan tinggi
  4. Bimbingan teknis pemahaman P4GN di kalangan generasi muda
  5. Penguatan kapasitas masyarakat rentan melalui FGD
  6. Pembentukan satgas anti narkoba di sekolah, instansi Pemerintah dan swasta
  7. Pembentukan relawan penggiat anti narkoba di masyarakat

Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang menggunakan Narkoba, antara lain :

  1. Ingin terlihat gaya
  2. Solidaritas kelompok / geng
  3. menghilangkan rasa sakit
  4. coba-coba / penasaran
  5. menyelesaikan dan melupakan masalah
  6. mencari tantangan / kegiatan beresiko, dsb.
  7. Orangtua kurang perhatian

Penyalahgunaan NAPZA menimbulkan dampak sosial negatif yang luas, meliputi:

  1. Mengakibatkan kerusakan/ ketergantungan fisik/ mental individu
  2. Menimbulkan kerugian materi dan uang, Menimbulkan suasana dis-harmoni dan aib keluarga
  3. Menimbulkan terjadinya bentuk-bentuk kriminal lainnya
  4. Merusak generasi muda sebagai penerus dan kader pimpinan bangsa
  5. Mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat
  6. Menghambat upaya mensejahtera-kan masyarakat/ bangsa
  7. Mengancam ketahanan nasional dan kelestarian kehidupan bangsa/ Negara
  8. Merendahkan derajat manusia dan hidup kemanusiaan

Ganja biasanya dikonsumsi untuk mendapatkan efek euforia, relaks dan nafsu makan. Dampak penggunaan ganja antara lain :

  • Rasa kering di mulut
  • Penurunan memori jangka pendek
  • Menurunnya kemampuan motorik
  • Mata merah
  • Paranoid atau kegelisahan

Efek jangka pendek penggunaan Methampetamin (Shabu) yaitu :

  • Kehilangan selera
  • Naiknya denyut jantung, tekanan darah dan suhu tubuh
  • Gangguan pola tidur
  • Nausea (berasa mual)
  • Perilaku aneh, tak menentu dan kadang kejam
  • Halusinasi, semangat berlebihan, mudah marah
  • Panik dan psychosis
  • Convulsions/kejang serangan dan kematian akibat dosis yg terlalu tinggi

Sedangkan efek jangka panjang penggunaan Methampetamin (Shabu) yaitu :

  • Kerusakan permanen pada pembuluh darah, jantung dan otak, tekanan darah tinggi akibatkan ser jantung, stroke & kematian
  • Kerusakan liver, ginjal dan paru-paru
  • Masalah pernafasan
  • Malnutrisi
  • Kerusakan gigi
  • Disorientasi
  • Ketergatungan psikologis yg sangat kuat
  • Psychosis
  • Depresi

Penampilan seseorang yang sudah ketergantungan Narkoba juga menjadi acuh tak acuh, jorok, tidak suka mandi atau ganti pakaian, suka begadang, sering  minggat,  suka minta atau pinjam uang, suka menyendiri dan sering berbohong.

Penyalahgunaan Narkoba dapat dicegah dengan cara :

  1. Tanamkan pendidikan agama dini
  2. Ciptakan kehidupan rumah tangga harmonis
  3. Tanamkan bahwa penyalahgunaan narkoba merugikan dan melanggar hukum
  4. Pentingnya peran dan tangung jawab orang tua, guru, tokoh masyarakat dan agama, pejabat, aparat dll

Peran dan tanggung jawab orang tua yang dapat mencegah penyalahgunaan narkoba pada anak / remaja antara lain :

  1. Orang tua menjadi panutan
  2. Orang tua menjadi teman diskusi
  3. Orang tua menjadi tempat bertanyaMampu membuat aturan secara konsisten, kontinyu, dan konsekuen
  4. Mengembangkan tradisi keluarga dan nilai-nilai agama
  5. Gali potensi akan anak untuk dikembangkan melalui berbagai macam kegiatan
  6. Berperan sebagai pembimbing bagi anak
  7. Orang tua perlu mengontrol kegiatan anak
  8. Orang tua perlu mengenal teman-teman anak.
  9. Perlunya menumbuhkan kesadaran anak akan bahaya dan akibat dari penyalahgunaan narkoba
  10. Melibatkan anak untuk mewujudkan cita-cita keluarga
  11. Pola Hidup Sehat dalam Keluarga

Rehabilitasi adalah proses pemulihan pada ketergantungan penyalahgunaan Narkotika (pecandu) secara komprehensif meliputi aspek biopsikososial dan spiritual sehingga memerlukan waktu lama, kemauan keras, kesabaran, konsistensi dan pembelajaran terus menerus.

Penyalah guna narkoba adalah perbuatan kriminal sehingga menjadi aib keluarga dan dikucilkan, hal ini adalah anggapan yang tidak menyelesaikan masalah. Yang benar adalah penyalahgunaan narkoba mempengaruhi fungsi otak dan menyebabkan gangguan perilaku maka mereka memerlukan pertolongan.

Diharapkan dengan adanya pertemuan ini, masyarakat lebih mau perduli kepada keluarga dan lingkungannya agar terhindar dari bahaya Narkoba.

Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *