Eksistensi Dinas Sosial Kota Tanjungbalai dalam mendukung program Kementerian Sosial merupakan bentuk keseriusan  Dinas Sosial pada penyelenggaraan kesejahteraan sosial di kota Tanjungbalai. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan E-Warong merupakan inovasi program penanggulangan kemiskinan di Indonesia yang merupakan transformasi dari bantuan-bantuan sosial yang bersifat tunai.

Terkait pelaksanaan BPNT di Kota Tanjungbalai, tanggal 25 September  2018 Dinas Sosial Kota Tanjungbalai melaksanakan rapat koordinasi teknis persiapan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di e-Warong yang diikuti oleh pengurus 15 (lima belas) E-Warong (Ketua, Sekretaris dan Bendahara) se kota Tanjungbalai, para Penyelia e-Warong,  pendamping PKH dan Koordinator Kecamatan. Sebagai Narasumber pada kegiatan rapat koordinasi teknis tersebut adalah Kabid Linjamsos Dinas Sosial Kota Tanjungbalai, Siti Fatimah, SE,M.AP dan Koordinator Kota PKH kota Tanjungbalai, Zulham Efendi, S.Sos I

Dalam rapat tersebut kabid linjamsos menekankan kepada para pengurus e-warong agar  perlunya kembali mempererat silaturrahmi, komitmen dan kekompakan di antara sesama pengurus e-warong.

Selain itu, perlunya peningkatan kepercayaan para pengurus dan keluarga penerima manfaat (KPM) kepada para penyelia dan pendamping agar setiap permasalahan di e-warong dapat diselesaikan tanpa harus menunggu masalah tersebut menjadi api di dalam sekam dan menimbulkan perpecahan di ewarong yang  berdampak pada tidak terwujudnya tujuan pendirian e-warong yakni peningkatan kesejahteraan anggotanya.

Dibahas juga dalam rapat koordinasi teknis tersebut,  bahwa dana untuk penyaluran BPNT akan tetap menjadi perhatian  Dinas Sosial Kota Tanjungbalai. Dalam pelaksanaan penyaluran BPNT di  E-Warong nantinya, akan ada MOU antara pengurus E-Warong dan rekanan untuk pembelian sembako guna disalurkan pada saat berlangsungnya BPNT di  E-Warong. Harga sembako ini dijamin sangat bersaing, sehingga E-Warong nantinya akan mendapat keuntungan dari transaksi tersebut.

Untuk pembayaran pembelian sembako beras tsb dari rekanan dapat dilakukan seminggu sejak  beras diterima E-Warong.

Pada kesempatan ini juga, Koordinator Kota PKH memperlihatkan contoh beras (sample) yg akan disalurkan  pada BPNT tersebut nantinya. Semua pengurus E warong yang hadir pada rapat koordinasi teknis tersebut setuju bahwa beras yang akan disalurkan pada E-Warong nantinya setara dg beras merk jeruk yang patahannya  hanya sekitar 5%. Modal e-warong sebanyak 5 jt akan dibelikan bahan-bahan lain selain beras untuk pengisi e-warong seperti telur, minyak, gula, dan lain-lain.

Komitmen dan keseriusan para pengurus e-warong sangat diperlukan guna tercapainya tujuan pendirian e-warong, yaitu meningkatnya kesejahteraan keluarga penerima manfaat (KPM), demikian tutur kabid linjamsos dan korkot PKH kota Tanjungbalai pada penutupan rapat koordinasi teknis persiapan penyaluran BPNT di E-Warong Tanjungbalai.

 

.

RAPAT KOORDINASI TEKNIS PERSIAPAN PENYALURAN BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) Di E-WARONG KOTA TANJUNGBALAI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *